Menu Utama
- Advertisement - Space Iklan Top Banner

Meningkatkan Kualitas Pembangunan Barito Utara Melalui Spirit Ramadhan: Fondasi Spiritual dan Sinergi Kepemimpinan

admin | Februari 24, 2026
thumbnail

Bulan suci Ramadhan 1447 H kembali menjadi mercusuar spiritual bagi umat Islam, tak terkecuali di Kabupaten Barito Utara. Momen penuh berkah ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah kesempatan emas untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjalin silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai luhur yang esensial bagi kemajuan pembangunan daerah. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pemerintahan, Ramadhan menawarkan jeda reflektif bagi para pemimpin untuk meninjau kembali fondasi spiritual dan kebersamaan, yang merupakan pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Barito Utara yang sejahtera, rukun, dan diberkahi. Artikel ini akan mengupas lebih dalam bagaimana para pemimpin di Barito Utara memanfaatkan bulan Ramadhan untuk menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta meneguhkan komitmen terhadap kepemimpinan berbasis spiritual yang inklusif.

Komitmen ini secara gamblang ditunjukkan oleh Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, yang baru-baru ini menekankan urgensi penguatan spiritual dan kebersamaan dalam memajukan Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Pernyataan tersebut disampaikannya usai menunaikan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Agung Al-Hidayah, Muara Teweh, pada Senin malam, 23 Februari 2026. Kehadiran Bupati tidak sendiri; jajaran pimpinan daerah turut serta, mulai dari Sekretaris Daerah, Staf Ahli, para Asisten, hingga seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Muslim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terasa kuat, menandakan bahwa dalam ibadah, sekat jabatan dan kedudukan ditiadakan, mengukuhkan filosofi kesetaraan di hadapan Sang Pencipta.

Dalam khutbah dan pesannya, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk sejenak menanggalkan atribut kedinasan dan merendahkan diri sebagai hamba Allah SWT. "Di bulan yang penuh berkah ini, kita berdiri sejajar dalam satu saf, tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan. Inilah esensi kebersamaan dan kesetaraan di hadapan Allah," ujarnya, menggema di ruang masjid. Beliau berharap, kebersamaan yang terjalin erat dalam majelis sholat ini mampu menyelaraskan frekuensi batin para pengambil kebijakan. Dengan demikian, setiap program dan kebijakan pembangunan yang dirancang dan diimplementasikan benar-benar akan berlandaskan nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan tentunya, demi kemaslahatan seluruh masyarakat Barito Utara.

Tidak berhenti setelah sholat, Bupati juga meluangkan waktu berharga untuk berinteraksi santai dengan pengurus masjid dan jamaah. Dalam kesempatan tersebut, beliau kembali menegaskan bahwa sinergi pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada perencanaan strategis dan alokasi anggaran semata. Lebih dari itu, dibutuhkan fondasi spiritual yang kokoh dan kuat sebagai pijakan moral dan etika. Kehadiran para pemimpin daerah di masjid-masjid dan mushola, menurut Bupati, akan membuka jalur komunikasi yang lebih transparan dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

"Silaturahmi melalui sholat berjamaah ini menjadi modal sosial yang sangat penting," pungkas Bupati. Ia meyakini bahwa dari masjidlah, semangat kebersamaan dapat dibangun untuk mewujudkan Barito Utara yang tidak hanya lebih maju secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga rukun dalam interaksi sosialnya, serta penuh keberkahan dalam setiap langkahnya. Melalui pendekatan kepemimpinan berbasis spiritual ini, diharapkan Kabupaten Barito Utara dapat terus melaju menuju cita-cita pembangunan yang holistik dan berkelanjutan, di mana partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Bagikan:
Komentar (0)
- Advertisement -
Iklan Banner